Sespamardi

Web Design | SEO | Blogger

Manusia memiliki potensi tersendiri sejak dilahirkan, termasuk anak usia dini. Setiap anak memiliki keunikan dan potensi khusus yang membedakannya dengan anak yang lain. Pendidikan mengarahkan anak untuk bisa mengembangkan potensinya. Sasaran pendidikan adalah manusia, sehingga dengan sendirinya pengembangan dimensi hakikat manusia tugas pendidikan (D Suryana, 2016).

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anakmemiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Anak Usia Dini adalah usia emas (Golden Age). Dimana 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. 30% berikutnya pada usia 8 tahun dansisanya ketika usia anak mencapai sekitar 18 tahun (Osborn, white dan bloom).

Periode anak usia dini merupakan periode sensitif atau masa peka pada anak, yaitu periode di mana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang, diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya (Siregar, 2017). Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa anak sejak lahir sampai usia enam tahun merupakan periode awal yang paling penting untuk diberi ransangan sesuai dengan tahap yang dilaluinya, agar memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut. Salah satu periode yang menjadi ciri masa usia dini ini adalah periode keemasan (The Golden Ages).
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Raden Oemar Said Tjrokoaminoto, pendirian Sarekat Islam organisasi pertama di nusantara. Lekat juga dengan presiden pertama, Bung Karno.

Bila liburan ke Surabaya luangkan waktu untuk menilik sejarah, salah satunya dengan berkunjung ke Rumah Tjokroaminoto yang kini telah menjadi cagar budaya yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya yang berada di Gang VII, Peneleh, Rumah HOS Tjokroaminoto terkesan teduh.

Bangku antik model sedan dengan meja marmer bulat menjadi benda yang pertama ditemukan. Di dinding-dinding di dekat ditempel sejumlah pigura. Ada foto HOS Tjokroaminoto tepat di depan pintu, ada empat foto pria kelahiran Ponorogo ini dari berbagai acara yang dipasang di sisi lain. Tak hanya foto-foto diri yang dipasang. Di bagian lain, saya menemukan sejumlah murid HOS Tjokroaminoto. Di antara Soekarno, Muso, Semaun, Alimin, Darsono, Tan Malaka, hingga Kartosuwiryo.

Profil para murid ini terpampang di dinding-dinding dalam catatan khusus. Menarik untuk mencermati satu per satu perjalanan dari para murid tersebut. Hingga kaki saya tiba di bagian belakang rumah. Sebuah ruang kosong, tapi ada di ujung terpasang tangga menuju ke lantai 2. “Itu tangga untuk ke kamar Bung Karno,” ucap Eko, pengurus Rumah Tjokro ketika melihat kebingunan saya.

sumber: tempo
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Aplikasi Yang Tidak Terpakai Bisa Dihapus dari Windows 10 | Menurut Microsoft menerangkan di blog miliknya, build berkode “19H1” itu memberi pilihan untuk mencopot pemasangan beberapa aplikasi bawaan Windows 10.

Pengguna dapat menghapusnya melalui context menu (klik kanan) di ikon aplikasi yang akan dihapus di Start Menu, lalu pilih opsi “uninstall”. Dengan menghapus aplikasi bawaan yang tak terpakai, pengguna dapat membebaskan sedikit ruang penyimpanan serta meringankan kerja memori (RAM) perangkat.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

About me


Sespamardi
lahir di Bukittinggi
pada 17 September 1978
domisili di Kota Padang


Categories

Teknologi Travel

RSS

Memuat...

recent posts

Sponsor

banner image

Facebook

recentposts

Blog Archive

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates